PERNYATAAN SIKAP BKLDK NASIONAL : MENGUTUK FRAMING JAHAT & KRIMINALISASI DAKWAH ISLAM TUNTUT PEMBEBASAN SAUDARA ALI BAHARSYAH

by Admin BKLDK

Aktivis Islam Ali Baharsyah ditangkap Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri pada Jum’at malam, 3 April 2020, setelah sehari sebelumnya dilaporkan Muannas Alaidid. “Atas kabar laporan tersebut, Bung Ali Baharsyah memberikan kuasa kepada tim advokat dari LBH Pelita Umat untuk antisipasi sehubungan dengan adanya kemungkinan pemanggilan dari penyidik. Rupanya, prosesnya begitu kilat, tanpa panggilan terlebih dahulu Bung Ali Baharsyah langsung ditangkap,” ujar Ketua LBH Pelita Umat Ahmad Khozinudin (4/4/2020).

Sebagai perwakilan elemen pemuda dan mahasiswa kami merasa tergerak atas kasus ini untuk memberikan dukungan moral dan menuntut pembebasan saudara Ali Baharsyah. Menurut penelusuran kami, salah satu konten video yang dipermasalahkan ternyata adalah video tentang dakwah Islam khilafah dan video pembelaan terhadap saudara Muslim Uighur di Xinjiang. Dimana saudara Ali Baharsyah menyebut “China Kafir” sebagai perbandingan kehidupan keturunan “China Kafir” di negeri ini, yang kehidupannya baik bahkan bisa menjadi salah satu orang terkaya.  

Dengan demikian, melihat perkembangan serta ahwal yang menimpa para aktivis Islam yang mendakwahkan Islam, khususnya terkait pemeriksaan terhadap saudara Alimuddin Baharsyah, kami Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Nasional, yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia menyatakan sikap :  

  1. Menyerukan kepada semua pihak terkhusus kepada pemerintah agar fokus mencari solusi menghadapi Pandemik CoVid-19 yang kini sedang melanda dan mengalami perkembangan yang semakin mengkhawatirkan, bukan malah menciptakan kegaduhan baru bahkan diduga mengkriminalisasi aktivis muslim dan dakwah islam.
  2. Memberikan dukungan moral dan menuntut pembebasan saudara Ali Baharsyah. Dikarenakan salah satu konten video yang dipermasalahkan ternyata adalah video tentang dakwah Islam khilafah dan video pembelaan saudara Ali Baharsyah terhadap saudara Muslim Uyghur di Xinjiang. Dimana saudara Alimuddin Baharsyah menyebut “China Kafir” sebagai perbandingan kehidupan keturunan “China Kafir” di negeri ini yang kehidupannya baik, tidak mengalami penindasan bahkan bisa menjadi salah satu orang terkaya.
  3. Menolak segala bentuk kriminalisasi kepada aktivis islam sebagaimana yang dialami oleh Alimuddin Baharsyah, karena segala bentuk kriminalisasi adalah bentuk kezaliman dan kemaksiatan yang besar di sisi Allah SWT.
  4. Menegaskan bahwa khilafah merupakan ajaran Islam dan termaktub dalam kitab-kitab ulama dan imam madzhab. Mendakwahkan khilafah bukanlah sebuah tindakan kriminal, sebab khilafah merupakan kewajiban dalam beragama bagi setiap umat Islam yang seharusnya diperjuangkan oleh setiap muslim.
  5. Mengajak seluruh elemen masyarakat terutama para ulama, tokoh, dan intelektual untuk memberikan pembelaan dan dukungan moril kepada saudara Alimuddin Baharsyah. Dan bersama-sama untuk terlibat dalam dakwah li istinafil hayatil islamiyyah, berjuang demi terwujudnya izzul islam wal muslimin melalui penerapan Syari’ah Islamiyah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah ‘alaa minhajin Nubuwwah.

            Akhirnya, semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan setiap kewajiban yang telah Allah tetapkan dengan segera menegakkan sistem kehidupan Islam yang menjaga kita dari kemaksiatan dan kehancuran, serta segera mengangkat penyakit yang kini sedang mewabah. Aamiin.

Wassalam.

 Bandung, 14 April 2020

Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)

Mashun Sofyan

Ketua BE BKLDK Nasional

Related Posts

Leave a Comment