PERNYATAAN SIKAP BKLDK NASIONAL : MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA (COVID-19) MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB NEGARA DAN MASYARAKAT

by Admin BKLDK

Merebaknya Pandemi Global Virus Covid-19 di Indonesia, mulai memunculkan kepanikan dikalangan masyarakat. Bagaimana tidak, per Sabtu, 28 Maret 2020 yang terdata secara resmi 1.155 orang positif terinfeksi, 102 orang meninggal dan 59 orang sembuh, yang artinya tingkat kematian akibat pandemi ini mencapai 8%, bahkan diduga kuat melebihi data resmi. Namun, hingga kini pemerintah belum mengambil langkah serius untuk menghentikan pandemi ini, selain sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan physical distance tanpa disertai edukasi yang memadai terhadap pentingnya hal tesebut. Oleh karena itu, jika kondisi seperti ini terus berlangsung maka potensi bertambahnya korban akan semakin tinggi sebagaimana yang terjadi di beberapa negara seperti Italia dan beberapa negara Eropa lainnya yang mencapai hingga 600-an orang kematian dalam sehari.

Perbincangan solusi yang efektif kini ramai diseluruh kalangan, bahkan tidak sedikit yang mendukung serta mendesak untuk segera mengambil langkah yaitu Karantina Nasional yang dinilai cukup efektif sebagaimana yang terjadi di negara asal virus ini mewabah dan beberapa negara lain yang kini jumlah orang terinfeksi mulai berkurang secara berkala. Kebijakan karantina juga merupakan kebijakan solutif yang disarankan para tenaga medis agar memutus siklus penyebaran virus secara efektif. Lebih dari itu, kebijakan karantina merupakan kebijakan yang disyariatkan dalam Islam ketika terjadi suatu wabah penyakit di suatu wilayah berikut seperangkat kebijakan derivatifnya untuk mengayomi seluruh kebutuhan penduduk yang berada dalam zona karantina.

Dengan demikian, kebijakan karantina merupakan kebijakan yang tepat dan efektif untuk mengehentikan tersebarnya pandemi ini lebih luas lagi. Oleh karena itu kami, Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Nasional, yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia menyatakan sikap:

  1. Menyerukan kepada penguasan negeri ini untuk segera mengambil langkah nyata dengan menetapkan Karantina Nasional untuk menghindari tersebarnya pandemi virus covid-19 dan mengurangi jumlah korban jiwa.
  2. Menyerukan kepada penguasa negeri ini agar dalam penetapan Karantina Nasional menyiapkan skenario solutif untuk menjamin dan memenuhi seluruh kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan masyarakat agar tetap terpenuhi selama Karantina diberlakukan.
  3. Menyerukan kepada penguasa negeri ini agar memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya fase Karantina Nasional untuk memutus mata rantai penyebaran pandemic covid-19 di Indonesia.
  4. Menyerukan kepada seluruh masyaraat Indonesia, bahwa cara paling penting untuk menghadapi virus adalah mencegah infeksi dengan mengikuti beberapa protokol Karantina atau Physical distance yang ditetapkan oleh otoritas, dan atau memulai langkah menjaga kebersihan pribadi, dan mensterilkan tempat-tempat yang banyak menyentuh, serta tidak menyentuh mulut, hidung dan mata tanpa mencuci tangan sebelum bersentuhan, juga menahan diri dari berjabatan tangan, menjauh dari pertemuan-pertemuan dengan ODP, PDP dan Pasien, atau mereka yang memiliki gejala penyakit, batuk atau yang suhu badannya tinggi.
  5. Menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tidak meninggalkan rumah, dan siapa pun yang keluar untuk keperluan pekerjaan, harus mengikuti instruksi yang telah digariskan, dengan mengambil semua langkah untuk mencegah penularan penyakit kepada dirinya sendiri dan keluarganya, serta melakukan sterilisasi dan mencuci tangan sebelum bertemu keluarga dan bergaul dengan mereka. Sebab ini merupakan tanggung jawab besar terhadap orang-orang di rumahnya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda:
    “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain”. (HR Ahmad).
  6. Menghimbau atas setiap orang untuk memiliki nilai-nilai luhur yang diajarkan Islam, seperti menolong orang yang berduka (butuh pertolongan), membantu yang lemah, dan bekerja sama dengan semua kekuatan yang dinamis di negaranya untuk menghadapi epidemi ini, karena itu merupakan tanggung jawab setiap orang, dan masing-masing di tempatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin di tengah anggota keluarganya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin di dalam mengatur rumah suaminya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.—Rawi berkata: “Aku mengira, beliau juga bersabda”: “Seorang laki-laki adalah pemimpin atas harta orang tuanya, dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.—Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari).
  7. Menyerukan kepada seluruh Umat Islam, ketika menghadapi pandemi ini, maka mereka menghadapinya dengan penuh tawakal, pasrah diri pada kehendak Allah, dan tidak mengabaikan hukum kausalitasnya dengan melakukan pencegahan dan pengobatan, sambil bersenjatakan kekuatan hubungan dengan Allah, tawakal, perbanyak istighfār (meminta pengampunan dari Allah), dan menghadirkan konsep akidah di mana orang yang beriman wajib tunduk pada qodhō’ (ketentuan) Allah.
  8. Menyerukan kepada segenap umat, jika langkah-langkah nyata masih belum juga ditetapkan oleh pemerintah untuk menghentikan tersebarnya pandemi berbahaya ini maka sudah waktunya mengevaluasi rezim dan sistem yang diterapkan saat ini, untuk kemudian digantikan dengan sistem yang terbaik dari yang Maha Baik yaitu Sistem Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dari Sang Pencipta Manusia (Allah SWT),yang telah terbukti secara empiris dan historis mampu mengayomi dan mengatur seluruh kepentingan manusia dengan syariat-Nya yang Agung. Akhirnya, semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan setiap kewajiban yang telah Allah tetapkan dengan segera menegakkan sistem kehidupan Islam yang menjaga kita dari kemaksiatan dan kehancuran, serta segera mengangkat penyakit yang kini sedang mewabah. Aamiin…

Wassalam.

Bandung, 28 Maret 2020
Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK)

Mashun Sofyan
Ketua BE BKLDK Nasional

Related Posts

Leave a Comment