Dilema Lockdown: Selamatkan Rakyat atau Ekonomi?

by Admin BKLDK

Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai detik ini belum juga menerapkan kebijakan Lockdown. Padahal kasus penyebaran Virus Corona (Covid-19) ini sudah sangat memprihatinkan. Kematian akibat virus Corona sampai detik ini adalah sebanyak 55 orang (24/03/2020). Bahkan sampai 6 dokter di berbagai rumah sakit meninggal karena menangani kasus Covid-19

Kepala Gugus Tugas percepatan penanganan Virus Covid-19 Doni Munardi mangatakan bahwa pemerintah (dalam hal ini Presiden Jokowi) belum memikirkan opsi Lockdown (Kumparan)

Padahal banyak ekonom dan pengamat dari beberapa lembaga dan Universitas telah mendesak pemerintah untuk melakukan opsi Lockdown untuk menurunkan angka penyebaran virus Covid-19

Pengamat dari Universitas Indonesia, Andri W Kusuma menyatakan bahwa lockdown harus dilakukan agar pemerintah tak lebih terlambat dalam menangani corona. Menurutnya saat ini pemerintah sudah terlambat karena virus sudah terlanjur menyebar (CNN)

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio justru menegaskan sudah saatnya pemerintah melakukan lockdown.

Saat ini kesehatan dan keselamatan masyarakat menurutnya sangat penting, dia menilai dengan lockdown justru virus corona dapat lebih mudah ditangani.

“Harusnya di-lockdown, saya setuju karena akan lebih cepat diselesaikan karena orang yang terjangkit nggak keluyuran, jadi nggak cepat menyebar,” ungkap Agus kepada detikcom, Jumat (20/3/2020).

Mengenai dampaknya ke perekonomian, Agus berpendapat jangan dulu melihat ke arah sana karena pemulihan negara dari virus corona harus diprioritaskan.

“Mau ekonomi gimana juga semua hancur, konsentrasi saja ke pemulihan ini. Coba lah dihitung, ada atau tidak lockdown berapa banyak kerugiannya? Sama-sama mahal, malah lebih mahal kalau nggak ada lockdown,” kata Agus.

Ternyata sesuatu yang menghalangi pemerintah untuk menerapkan kebijakan Lockdown adalah kekhawatiran anjloknya ekonomi, apalagi Jakarta merupakan episenter penyebaran Virus Covid-19.

Jika kebijakan Lockdown diterapkan, tentu akan menurunkan tingkat konsumsi, dan penurunan tingkat konsumsi akan menurunkan perekonomian

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai langkah tersebut bisa membuat laju perekonomian akan semakin berat. Pasalnya, dengan kebijakan self distancing yang kadar pembatasan pergerakan masyarakat akibat virus corona lebih renda saja, tingkat konsumsi masyarakat bisa turun tajam (detik)

Padahal sebenarnya jika diterapkan Lockdown atau tidak, ekonomi Indonesia tetap anjlok. Bagaimana hari ini kita lihat bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah sebesar Rp 16.000,-/dollar AS, Ditambah lagi dengan hutang yang semakin membengkak dan korupsi yang semakin menggurita

Pemerintah tidak semestinya mempertaruhkan nyawa rakyatnya dengan kerugian yang akan diterima oleh negara ketika menerapkan lockdown

Memang benar ketika Lockdown diterapkan, pemerintah harus menanggung segala kebutuhan masyarakatnya, seperti makan, internet murah dan kebutuhan lainnya.

Namun, hal tersebut justru akan cepat menyelesaikan masalah penularan virus Covid-19 dan masyarakat akan beraktivitas kembali seperti hari-hari sebelumnya

Bahkan dengan semakin cepatnya penyelesaian kasus Covid-19 ini semakin cepat pula perbaikan di sektor ekonomi negara, daripada negara tidak menerapkan kebijakan lockdown tingkat jual beli di tengah masyarakat pun menurun karena masyarakat takut keluar rumah, justru semakin lama penyelesaian masalah ini, ekonomi negara akan semakin seret

Tapi sejatinya, kebijakan lockdown diberlakukan bukan semata-mata untuk menstabilkan ekonomi, melainkan lockdown merupakan kewajiban negara, yaitu melindungi nyawa rakyatnya. Dalam Islam, nyawa manusia itu lebih berharga dari dunia dan seisinya

Wajar saja jika pemerintah saat ini tidak memperhatikan kesehatan dan keberlangsungan hidup rakyatnya dibanding dengan memperhatikan keberlangsungan ekonomi negara, karena negara ini mengadopsi ideologi Kapitalisme sebagai asas kenegaraannya. di mana dalam negara Kapitalis, uang itu lebih berharga daripada nyawa manusia []

Oleh : BKLDK Kota Bogor

Related Posts

Leave a Comment