Peringatan Isra’ Mi’raj

by Admin BKLDK

Peristiwa yang paling sering diingat kaum muslim yaitu memperingati hari-hari kebesaran Islam. Salah Satunya adalah Peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW pada bulan Rajab ini.

Momen Isra’ dan Mi’raj ini adalah momen terbaik atau tertinggi derajatnya dari kisah Rasulullah SAW, karena yang memuliakan beliau bukan hanya manusia, yang menjadikan beliau terhibur bukan hanya mahkluk biasa, tapi yang memuliakan dan memberikan penghormatan hadiah kepada belaiu adalah Allah SWT.

Didalam Siroh Nabawiyah kita kenal bahwa Raulullah SAW memilki beberapa tahapan didalam dakwah beliau, ketika beliau ingin memperkenalkan islam dan menjadikan islam sebagai solusi bagi kehidupan masyrakat:

  1. Rasulullah SAW melakukan Dakwah Islam secara sembunyi-sembunyi, beliau melakukan dakwah kepada orang-orang terdekat diantara beliau, disitulah masuklah islam Khadijah, Zaib bin Harisah, dan Abu Bakar Assidiq.
  2. Rasulullah terang-terangan mendakwahkan Islam, ditahapan ini Rasulullah banyak sekali mendapatkan ujian dan cobaan, banyak sekali tuduhan, fitnah, propaganda, lalu meningkat ekskalasi itu menjadi sebuah kekerasan fisik kepada Rasulullah SAW dan para sahabat dan juga pengancaman kepada keluraga mereka lalu pemboikotan.
  3. ketika Rasulullah SAW menerima pertolongan dari orang-orang Ansor lalu hijrah ke Madinah, dan menerapkan Islam dalam bentuk yang sangat-sangat komplit.

Isra’ dan Mi’raj ini terjadi pada tahapan akhir ditahapan kedua yaitu tahapan paling yang mengerikan didalam dakwah Rasululluah SAW dan para sahabat. Disitulah Rasulullah mengalami banyak cobaan, mulai dilempari dengan kotoran ternak, lalu kemudian kepalanya diinjak ketika sholat, para sahabat disiksa didepan matanya, dan pengancaman dibunuh.

Kemudian didalam siroh ada tahun yang namanya tahun kesediahan, karena pada tahun itu Allah SWT menguji Rasulullah SAW dengan mengambil dua orang yang sangat berarti didalam hidupnya yaitu pamanya Abu Tholib yang mengsuport dan melindungi dakwah Rasulullah SAW dan selanjutnya Khodijah istri yang sangat dikasihi oleh beliau, yang menjadi saksi turunnya wahyu yang pertama, yang membantu Rasulullah SAW tanpa henti dan menginfaqkan semua hartnya untuk perjungan dakwah Rasulullah SAW.
pada saat tahun kesedihan, dan dakwah Rasulullah ditolak, dihina dan direndahkan dan tidak diterima dimanapun diatas muka bumi Allah SWT, maka pada saat itu bumi terasa sempit yang dirasakan oleh Rasulullah SAW, maka pada saat itulah Allah SWT menghibur Rasulullah SAW.

Maka datanglah Jibril menemui Rasulullah SAW lalu diajaklah beliau meuju kemasjid Aqsha.
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Arti: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. al-Isra’ :1).

Dan pada saat itu Rasululluah diangkat ke derjat yang paling tinggi oleh Allah SWT, dan dalam kesulitan, kepedihan dan kondisi sempit itu lah Rasulullah menerima perintah sholat 5 waktu dan meminta tolonglah kepada ku.

Dalam perjalanan dakwah itu pasti akan ada kesulitan, jangankan orang-orang yang berdakwah orang-orang yang tidak berdakwahpun mengalami kesulitan, mereka yang bermaksiatpun mengalami kesulitan. Maka kepada siapa kita berharap ketika kita sulit, susah, tidak ada kita berharap kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT.

Maka dalam pelajaran Isra’ dan Mi’raj ini, Allah SWT ingin menyampaikan kepada kita, andaikan dunia dipersempit bagii mu, maka luaskanlah dengan cara untuk berzikir kepada Allah SWT. Jika manusia merendahkan diriMu maka tunduk dan sujudlah dengan itu engkau akan tinggi dihadapan Allah SWT.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini setidaknya mengingatkan kepada kita tentang perjuangan Rasulullah SAW, betapa beliau mencintai umatnya, betapa beliau mencintai manusia, betapa beliau mempunyai akhlak yang tiada tanding dan tiada banding, betapa beliau ketika dalam kondisi sulit maka Allah SWT menghiburnya dengan memberinya waktu untuk sholat, bagaimana Allah SWT meluaskan beliau, meninggikan derajat beliau ketika beliau taat kepada Allah SWT.

Muda-mudahan dalam kondisi seperti ini kita lebih banyak meminta kepada Allah SWT, lebih banyak sadar dengan segala kelemahan kita, lebih banyak paham bahwa kita tidak punya kekuatan, lebih tahu bahwa virus yang sekecil itu saja bisa kemudian memporak porandakan kehidupan yang sudah lama kita bangun, bisa membuat kita mengenal manusia mana yang benar-benar mencintai umat dalam kondisi terdesak, itu baru virus yang sangat kecil, baimana dengan kekuasaan Allah SWT yang lain.

WalLah a’alam bi ash-shawab.

Oleh: Muhammad Firdaus (HUMAS BKLDK KORWIL RIAU)

Related Posts

Leave a Comment