Forum Mahasiswa RRI Pro 2 96 FM, berjaring Bandung- Bogor-Cirebon.
February 10, 2017
Ada Apa Dengan Valentine Day?
February 15, 2017
Show all

Kampanye Anti Gaul Bebas

Pergaulan bebas rupanya masih menjadi persoalan yang rumit khususnya bagi remaja. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) pada Oktober 2013, menunjukkan bahwa sekitar 62,7% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah. 20% dari 94.270 perempuan yang mengalami hamil di luar nikah juga berasal dari kelompok usia remaja dan 21% diantaranya pernah melakukan aborsi. Lalu pada kasus terinfeksi HIV dalam rentang 3 bulan sebanyak 10.203 kasus, 30% penderitanya berusia remaja (Kompasiana.com,28/12/2014).

Pada tahun lalu, Konselor Infeksi Menular Seksual (IMS)-HIV Kabupaten Kotawaringin Timur, Supriadi, menyampaikan bahwa hasil dari Mobile Voluntary Conseling and Testing  (VCT) di gedung KNPI Sampit bekerja sama dengan PKBI, KPA, dan KNPI, yang dilakukan pada anggota klub motor dan perkumpulan remaja. Hasilnya, banyak pelajar atau anak di bawah umur menderita penyakit kelamin (Borneonews.co.id, 7/10/2016). Dan masih banyak lagi fakta akibat dari pergaulan bebas yang dihadapi oleh remaja saat ini.

Setidaknya itulah salah satu penggerak Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Wilayah Kalimantan Tengah untuk melakukan Kampanye bertajuk “Kalteng Berkah, Anti Gaul Bebas” yang dilaksanakan di Car Free Day Kota Palangkaraya pada 12 Februari 2017. Pemuda Kalimantan Tengah yang tergabung dalam BKLDK bersama dengan beberapa lembaga dakwah kampus melakukan Kampanye tersebut dengan membuat poster-poster kreatif, bentang spanduk, dan poster sepeda berjalan. Dalam kesempatan tersebut, BKLDK juga membagikan selebaran-selebaran berisi penjelasan tentang fakta dan bahaya pergaulan bebas, kepada masyarakat yang berada dalam area Car Free Day. Masyarakat tampak antusias dengan kampanye yang dilakukan oleh BKLDK tersebut. Terlihat dari masyarakat yang turut berfoto di media opini BKLDK dalam kampanye tersebut.

Lembaga Dakwah Kampus yang turut terlibat dalam kampanye tersebut diantaranya Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) FKIP UPR, Forum Kajian Islam Mahasiswa (Forkisma) FISIP UPR, Ikatan Mahasiswa Muslim Teknik (IMMT) FT UPR, serta Keluarga Mahasiswa Muslim Pertanian (KMMP) Faperta UPR.

Selain itu, Kampanye tersebut dilaksanakan menjelang merayakan Valentine Day (V’Day). “Untuk merespon terkait V’Day, dengan menyampaikan kepada masyarakat agar tidak merayakan V’Day, khususnya bagi umat islam. Kita ketahui bersama, bahwa perayaan V’Day bukanlah perayaan yang berasal dari Islam,” jelas Badan Eksekutif (BE) BKLDK Kalimantan Tengah, Emha K.P.

“Ditambah lagi dengan fakta perayaan V’Day yang dijadikan sebagai kesempatan untuk berkasih sayang dengan cara yang salah, semisal free sex. Ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan merusak generasi bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan “Kami berharap agar masyarakat, khususnya umat Islam agar tidak merayakan V’Day. Demikian juga kepada orang tua agar bisa menjaga anak-anaknya dari virus V’Day dan pergaulan bebas, serta kepada para remaja agar bahu-membahu menyuarakan kampanye anti gaul bebas bersama BKLDK.”

Sebelumnya, Polres palangkaraya telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat tentang perlunya pengawasan guru dan orangtua terutama menjelang V’Day. Beberapa daerah di Indonesia ada yang dengan tegas melarang masyarakat untuk merayakan V’Day, seperti di Malang, Bandung, Makassar, dan Sukabumi.

Dalam kampanye tersebut, BKLDK Kalteng juga menyuarakan Anti Narkoba, agar masyarakat terhindar dari bahaya barang haram tersebut. Data BNN Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa pengguna narkoba pada 2013 sebanyak 37.403 jiwa (Tempo.co, 15/7/2014). Di tahun 2016, kasus narkoba di Kabupaten Kotawaringin Barat yang diungkap polisi meningkat hampir 200% (Borneonews.co.id, 8/2/2017). “Mending kita menggiatkan aktivitas ruhiah seperti sholat lima waktu,” kata BE BKLDK Kalteng. Terakhir, Ia menambahkan bahwa, “inilah pentingnya penerapan aturan (Syariat) Islam di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, agar bisa membentengi umat dari ide-ide yang merusak masyarakat, khususnya generasi muda.”

Data BPS tahun 2011 menunjukkan bahwa 46 Juta Penduduk Indonesia berusia 0-9 tahun dan 44 juta penduduk berusia 10-19 tahun. Itu berarti, masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda saat ini. Oleh karena itu, bukan lagi saatnya untuk berpangku tangan dan acuh terhadap kondisi remaja. Masalah yang dihadapi remaja saat ini adalah masalah serius yang menjadi tugas seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikanya. Dalam hal ini, negara memiliki peranan penting untuk menyelesaikannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *