Forum Mahasiswa RRI Pro 2 96 FM, berjaring Bandung- Bogor-Cirebon.

Safari Dakwah Kampus BKLDK Surabaya ke LDK STAI Luqmanul Hakim
February 7, 2017
Kampanye Anti Gaul Bebas
February 12, 2017
Show all

Forum Mahasiswa RRI Pro 2 96 FM, berjaring Bandung- Bogor-Cirebon.

MEDIA BKLDK, (06/06/17) – BKLDK Kota Bandung yang diwakili Asmar Husein Lubis dalam Forum Aktivis Mahasiswa, siaran di RRI Fro 2.69 FM berjejaring Bandung-Bogor-Cirebon pada senin 06 Februari 2017 pukul 15.30-17.30 wib dengan tema : “Menunggu pilkada serentak di tengah keriuhan Jakarta” bersama aktivis BE BKLDK Kota Bandung dan Mahasiswa lainnya.

Beberapa Mahasiswa menyampaikan tanggapannya, salah satunya Asmar Husein Lubis perwakilan BE BKLDK Kota Bandung menjelaskan bahwa “pilkada serentak yang ada tidak serta-merta melahirkan nilai-nilai positif, akan tetapi banyak kemudian nilai-nilai negatif didalamnya salah satunya terkait biaya politik yang mahal. Ongkos “perahu” atau “mahar” politik juga masih terjadi. Biaya tinggi juga ditandai oleh maraknya baliho, iklan, pertemuan, penggalangan suara dan kegiatan-kegiatan kampanye lainnya. Semua itu tentu butuh biaya besar.

Lebih lanjut lagi saudara Asmar menyampaikan berkaitan dengan keriuhan yang terjadi di jakarta. “Dari ratusan pilkada yang ada, Jakarta menjadi titik pusat perhatian dari seluruh penjuru nusantara, tidak hanya dari kalangan intelaktual saja akan tetapi telah merambah ke semua kalangan. Orang yang awalnya tidak peduli terkait politik, akhirnya berubah dan memiliki pandangan yang berbeda”. Keriuhan yang terjadi di Jakarta tentu tidak terlepas dari ambisi masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur untuk merebut DKI 1. Mahalnya biaya Pilkada yang dikeluarkan secara tidak langsung mengharuskan untuk melakukan berbagai cara dalam rangka meraih suara rakyat, tidak terkecuali adanya dugaan penistaan agama oleh salah satu calon gubernur DKI yaitu Ahok.

Dengan melihat dan mengamati berbagai fakta yang ada, kegaduhan yang terjadi di Jakarta tidak terlepas dari penistaan agama tersebut ditambah lagi proses penanganannya yang lama. Belum lagi adanya diskriminasi terhadap ulama mencerminkan keberpihakan penguasa.

Hal di atas merupakan beberapa dari sekian banyak yang menjadi pemicu dari kegaduhan apa yang terjadi di Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *