Menyikapi Persoalan Toleransi dan Keberagamaan di Kota Bandung, BKLDK Selenggarakan FGD Bersama Para Tokoh

Tanggapan BKLDK atas Rosolusi Gabungan Mahasiswa 2017 
January 20, 2017
Tanpa Pendidikan Islam, Perilaku Mahasiswa Bisa Mirip Hewan
January 30, 2017
Show all

Menyikapi Persoalan Toleransi dan Keberagamaan di Kota Bandung, BKLDK Selenggarakan FGD Bersama Para Tokoh

Menyikapi Persoalan Toleransi dan Keberagamaan di Kota Bandung, BKLDK Selenggarakan FGD Bersama Para Tokoh

Media BKLDK Bandung (18/01/2017) – Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Daerah Kota Bandung dalam rangka memberikan respon terhadap Isu Toleransi dan keberagamaan yang akhir-akhir ini ramai di kota Bandung di karenakan di akhir tahun 2016 dengan kebijakan dan isu sosial politik atas nama toleransi beragama, seperti dalam kasus KKR Natal 2016 kemarin. Selain itu, insiden 121 Bandung berdarah yang terjadi akibat kekerasan dari GMBI menjadikan isu toleransi dan Keberagamaan Masyarakat di Bandung semakin mendapat sorotan.

BKLDK selenggarakan acara Focus Group Discussion Bertajuk “Menyoal Isu Toleransi dan Keberagamaan Masyarakat Kota Bandung”. Acara yang diselenggarakan di Gedung Wakaf Pro 99 Bandung ini menghadirkan Para ‘Ulama, Tokoh, Intelektual, Ormas Islam, Awak Media dan Para Ketua Lembaga Dakwah Kampus di Kota Bandung .
Dalam sambutannya, Ketua BE Korwil BKLDK Jabar menyampaikan “penting adanya FGD ini untuk menanggapi banyaknya kasus toleransi yang menyudutkan umat islam terutama yang berada di kota Bandung” Pungkasnya.

Ustadz Rohim dari Pembela Ahlus Sunnah yang setelah kejadian KKR Natal 2016 yang menjadi sorotan, menyampaikan “KKR memang sudah terjadi selama 10 tahun kebelakang, permasalahan kemarin hingga menjadi besar adalah pemberitaan yang berlebihan, sehingga terapat pamflet yang di tempel di angkot-angkot, di tembok sehingga umat islam merasa diundang kepada acara natalan/KKR ini. Lalu dalihnya masyarakat nasrani bahwa mereka tidak mengundang padahal mereka membombardir opini seluas luasnya. Dan ini berdasarkan dari fakta dan TV menyiarkan itu” Tandasnya.
Sementara itu, Ustadz Hari Nugraha sebagai ketua Komite Pelindung Umat Beragama mengatakan “Umat Islam selalu menjadi tertuduh, siapa yang berbuat, siapa yang tertuduh, namun inilah bagi kami lahan jihad dan kesabaran kami. Bahkan dari zaman Rasulullah Saw, banyak yang menjatuhkan umat islam”

“Berbicara kasus di negeri ini, sangat menyesakkan dada, dimana umat Islam terus menerus menerima tuduhan segala makar, dan sebagainya. Bahkan Ahok itu sekarang terus mengikuti pilkada dan bebas, padahal sebelumnya ia menghina Al-Quran dan Allah sebagai pemiliki langit dan bumi.” Ungkap Ibu Euis dari Insan Kamil.

Dari kalangan Intelektual, yang di wakili oleh Dr. Arim Nasim, M. Si dari Dosen Universitas Pendidikan Indonesia mengatakan “Seringnya ada FGD seperti ini akan menyatukan kembali umat Islam dikarenakan ada alat yang menyatukan mereka, peluang perubahan terbesar ada pada mahasiswa namun sangat menyedihkan, melihat surat pernyataan BEM yang malah menyerang isu tersebut, dan tidak melihat akar masalahnya” katanya.

Ketua FPI Kota Bandung yakni H. Nawawi menyesalkan pemberitaan di beberapa media yang tidak sesuai dengan kenyataan “setelah pulang dan mengambil motor, kami diserang oleh orang GMBI, polisi diam. Ketika kami melihat di berita, kami dikatakan menyerang terlebih dahulu” ungkapnya.
Dari MUI Kota Bandung dalam hal ini yang di wakili Dr. KH. Cecep Sudirman Anshori, MA, M. Pd. I memaparkan “Islam adalah satu-satunya agama yang memiliki konsep toleransi yang jelas, habluminallah, habluminannas dan habluminalalam. Yang semua konsep tersebut di rangkul oleh islam dan jelas toleransinya dijelaskan dalam islam dan kitabnya, Komitmen perlu dijaga terutama pada mahasiswa, yaitu komitmen pada keikhlasan. Karena isu tersebut, pada akhirnya akan menghancurkan dan memusnahkan islam sendiri, maka memintalah pada Allah yang memiliki segalanya. Tidak ada yang imposible di dunia ini” pungkasnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Semoga silah ukhwah ini bisa terjaga dan dapat berlanjut kedepannya.

Doc. Opini dan Media Informasi BKLDK Kota Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *