Bersama Ormas Islam, BKLDK Jawa Barat Melakukan Audiensi kepada Kasbangpol Jawa Barat
January 4, 2017
Pernyataan Sikap BKLDK : “Kado Pahit Pemerintah di Tahun 2017”
January 11, 2017
Show all

Kilas Balik Tahun 2016

Tahun 2016 sudah berlalu, banyak sudah yang dialami umat dari bulan ke bulan pada tahun 2016. Drama peristiwa seakan tak kunjung usai dengan episode dan tipe cerita yang beragam. Umat hidup tak pernah lepas dari duka dan derita, semua ini menunjukkan umat ini masih terus dibelit masalah. Umat masih dalam kondisi yang jauh dari harapan, bahkan kian terjajah baik dari sisi politik, ekonomi, pertahanan, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya.

Tahun 2016, pengguna narkoba meningkat sebesar 40% menjadi1,7 juta jiwa, dengan perkiraan 40/50 orang meninggal dunia akibat mengonsumsinya. Akibatnya umat mengalami kerugian hingga diperkirakan 63 trilyun. Upaya edukasi, kerjasama, hingga tindakan hukum seakan tak berdampak apapun. Belum lagi maraknya miras yang semakin menjadi, hingga umat mengalami menjadi darurat miras. Ditambah LGBT yang kian menjadi, umat seakan disuguhkan drama-drama sosialisasi LGBT baik dari kalangan artis, publik figur, beberapa kalangan kedokteran dan psikologi, hingga tidak adanya sikap yang jelas dan tegas dari pemerintah mengenai isu LGBT ini. Tentu ini jadi persoalan yang mengkhwatirkan, terutama untuk nasib para adik-adik kita di masa depan. Ditambah juga dengan angka kekerasan seksual pada anak yang terus meningkat hingga 100% dari tahun sebelumnya.

Belum lagi ditambah dominasi asing yang semakin menguat. Asing semakin mudah dan bebas menguasai dan memiliki aset-aset di dalam negeri ini, baik bidang properti, perbankan, perkebunan, pertambangan dan sektor-sektor strategis lain, seperti sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan. Ditambah dengan hutang luar negeri yang semakin besar, melihat bunganya saja sudah membuat terengah-engah, padahal jelas sudah bahwa hutang sarana efektif pengendalian negara.

Dominasi cina juga terus melebar dan makin mencengkram. Lolosnya proyek reklamasi juga bisa dijadikan dugaan bagian dari dominasi Cina itu. Puluhan ribu tenaga kerja Cina —termasuk buruh kasar— masuk ke dalam negeri, padahal rakyat sendiri tidak sedikit yang menyandang status pengangguran. Bahkan yang paling menunjukkan menyedihkannya umat ini ditunjukan dari hal yang tak seberapa, yaitu terjadinya proses impor cangkul, berapa pun realisasinya, hal ini makin menunjukkan betapa menyedihkannya.

Penistaan agama yang saat ini tak kunjung usai juga menjadi kasus besar bagi umat ini. Umat ditampar dengan adanya pernyataan Ahok yang dengan lancang menyatakan penyampaian oleh masyarakat dan ulama mengenai firman Allah Swt. dalam Al-maidah: 51 adalah cara yang dipakai untuk membohongi. ​Kemarahan umat makin menjadi saat Ahok menuduh orang yang melarang untuk memilih dia dengan ayat tersebut sebagai orang rasis dan pengecut. Jelas penghinaan kepada Al-Quran, Rasulullah Saw. Wajar bila Umat Islam pun melakukan aksi di berbagai kota menuntut dia diadili.

Sedangkan dunia Islam belum membaik hingga saat ini, bahkan justru memburuk. Menyedihkan dan suram, itulah negeri-negeri Islam. Terlebih beberapa negeri yang dijajah oleh negara-negara kafir penjajah. Penjajahan kembali seperti pada masa sebelumnya, dalam bentuk militer, yang bila sebelumnya mereka merevisi penjajahan dengan mencengkram berbentuk utang, bantuan dan dominasi politik. Saat ini penjajahan fisik dan militer kembali digencarkan, Amerika menyerang Irak, Afganistan, dan Libya. Rusia juga menyerang Aleppo dan Suriah secara umum.

Dari semua yang terjadi, dapat diambil beberapa pelajaran penting. Akar masalah yang terjadi di Indonesia adalah penerapan demokrasi dan liberalisme. Sistem tersebut telah membuka pintu bagi masuknya imperialisme dan memberikan peluang bagi keterpilihan pemimpin yang membebek kafir penjajah. Solusinya, umat Islam harus kembali pada Islam secara kâffah. Penderitaan terjadi akibat mereka menggunakan sistem buatan manusia yang jelas merupakan makhluk tak sempurna. Maka dari itu, umat Islam harus bangkit dengan memiliki kesadaran bahwa satu-satunya sistem dan hukum yang baik itu hanyalah Islam, sistem dan hukum yang telah diciptakan oleh Pencipta manusia itu sendiri yang merupakan pemilik kesempurnaan, dengan menerapkan syariah Islam secara kâffah.

Umat sudah semestinya bersatu dan menjadikan akidah sebagai pengikatnya. Ketika ini dilakukan, maka umat akan kuat. Alasan mengapa umat Islam di Aleppo dapat dibantai sedemikian rupa, Afganistan dihancurkan dan Irak dikuasai Amerika, Palestina tanahnya dirampas dan dikangkangi Israel, itu semua disebabkan umat Islam yang tidak bersatu dalam satu naungan. Tentu umat sendiri sebenarnya sangat berharap kesadaran umat makin meningkat. Jika sekarang umat bisa bangkit, marah, dan bersatu disebabkan adanya permintaan menindak penista Al-Quran. Ke depan tentu umat Islam bisa bersatu untuk memperjuangkan permintaan tegaknya seluruh isi Al-Quran. Inilah kesadaran yang harus dimiliki umat. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

Oleh:
Muhammad Shiddiq Ilham Noor (MSL 52)
Ketua Departemen PSDM BKIM IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *