BKLDK Mendukung fatwa MUI tentang larangan menggunakan Atribut non muslim (kafir)
January 1, 2017
Kasus Rohingnya : Masihkah Kalian Diam ?
January 1, 2017
Show all

Tragedi Allepo, Apa Pentingnya?

Oleh : Maulana (Anggota Departemen Luar Negeri BEM STEI Hamfara)

Andai umat muslim mengetahui dan berempati apa yang terjadi di Aleppo pada beberapa hari dan beberapa hari ini kedepan maka makanan yang mereka makan tidak akan memuaskan lidah dan minuman yang mereka minum tidak akan menghilangkan dahaga. Bagaimana tidak ? 250.000 penduduk Aleppo terjebak dalam kurungan tentara Bashar “Bangsat” Assad menanti untuk dijagal,dibantai,disembelih tanpa mampu memberikan perlawanan berarti.

Penduduk Aleppo seolah olah bersahabat dengan ancaman dan terror, teramat banyak laporang yang menyatakan bahwa banyak wanita yang memilih mengakhiri hidupnya demi menjaga kehormatannya. Andai mereka tidak melakukannya,pemerkosaan lalu pembantian keji menanti mereka.

Bom dulu,bom lagi,bom terus.. begitulah yang mereka hadapi dalam kesehariannya. Bercengkrama dengan terror,berdialektika dengan ketakutan sembari berdoa dan berdoa. Mayat terus berserakan di jalanan tiada bisa disingkarkan karena teramat banyaknya dan teramat sering munculnya.

Lagi..lagi dan lagi… pemimpin negeri kaum muslim tidak mampu berbuat apa apa selain retorika kosong tak berarti ! Seorang jurnalis bernama Bilal Abdul Kareem bahkan mengecam Erdogan dalam videonya,”Tuan Erdogan,bacaan Al Qur’an anda memang bagus, tapi anda telah menyia-nyiakan kesempatan”.Jelas dan gamblang kepada siapa pesan itu ditujukan.

Jarak Aleppo ke Turki hanya 25 KM dan Erdogan berpeluang besar menjadi “pahlawan” jika sudi dan berani menggerakkan pasukan Turki ke Aleppo. 410 Ribu tentara aktif bukanlah jumlah yang sedikit belum lagi adanya tambahan 3778 Tank serta 200 jet yang siap dioperasikan,ini belum termasuk senjata dan semisalnya. Begitupun dengan negeri kaya seperti Saudi Arabia yang enggan menggerakkan tentaranya untuk menolong kaum muslim di Aleppo.

Bagaimana dengan rezim Saudi ? Bagaimana dengan uang sejumlah 1.056 trilliun yang digelontorkan rezim Saudi untuk anggaran militer lalu tidak menggunakannya untuk membela saudara seimannya ? Rezim memiliki tentara serta alutsista yang memadai,mengapa didiamkan ? Apalah artinya 300 jet tempur,442 tank m1A2,ratusan ribu personel militer jika tidak digunakan untuk membela saudara seimannya,ada apa dengan rezim “kaya” ini ?

Di mana para penguasa Yordania, Arab Saudi dan Turki serta negeri negeri muslim yang lain atas terjadinya pembantaian ini? Di mana tentara mereka yang akan membebaskan umat Islam yang mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah Azza wa Jalla? Dimanakah ukhuwah islamiyyah yang ulama negara kalian gembar gemborkan? Apakah dunia Muslim tuli, bodoh dan buta terhadap jeritan mereka ? Dimanakah persatuan umat islam ?

Lupakah umat muslim dengna hadis ini ?

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Sesungguhnya hilangnya dunia (dan seisinya) benar-benar lebih ringan bagi Allah ketimbang terbunuhnya seorang Muslim. (HR at-Tirmidzi).


Teruntuk kawan kawan yang berkata bahwa tak penting membahas masalah luar negeri dengan alasan negeri kita masih banyak masalah maka marilah bersama sama renungi hadis berikut :

عَنْ أبْنِ عُمَرَ رَضِى الله عَنْه قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ لا يَضْلِمُهُ ولايخذله وَلا يُسْلِمُهُ

Artinya:

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim itu adalh saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menykitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim)

 

Masihkah berkata tidak penting ?

Bagaimana bisa seorang muslim merasa tidak menganggap penting persoalan Aleppo ini,ketika disebutkan dalam hadis bahwa hilangnya nyawa satu muslim adalah kehilangan yang sangat tinggi hingga disebut lebih baik kehilangan bumi dan seisinya daripada kehilangan nyawa seoarng muslim. Kita lihat fakta di Allepo,tidak hanya satu dua namun ribuan mengalami pembantaian oleh rezim bedebah Bashar Assad !

Bukankah kita meyakini akan kebenaran Al Qur’an dan Al Hadist,lantas untuk apa meragukan dua sumber kebenaran itu dengan enggan memikirkan solusi untuk mencegah terbantainya umat islam  dengan solusi yang menghujam dan mengguncang peradaban barat ?

Bagaimana bisa kita menerima islam hanya terkait perkara perkara yang menyenangkan kita ?  Mengapa kita enggan menerima aturan islam yang berkaitan dengan hal hal yang kita tidak sukai,seperti memikirkan ummat islam yang merekapun tidak kita kenal bahkan tidak pernah kita jumpai ?

Enggan memikirkan masalah umat islam di seluruh dunia ? Keimanan kita dipertanyakan !

Tidak sudi memikirkan solusi untuk Aleppo ? Keimanan kita dipertanyakan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *