PRESS RELEASE BKLDK NASIONAL “PERISAI PELINDUNG MUSLIM ROHINGYA”

Kepada kawan
January 1, 2017
Aksi 212 Mengetuk Pintu Langit Membuat Jokowi Hadir Tanpa Diundang
January 1, 2017
Show all

PRESS RELEASE BKLDK NASIONAL “PERISAI PELINDUNG MUSLIM ROHINGYA”

Lebih dari 200 jiwa kaum muslimin telah terenggut pada operasi militer rohingya 9 oktober 2016, sedangkan 30.000 muslim lainnya mengungsi. Apa yang terjadi di Rohingya bukan lagi pembunuhan biasa, tetapi sudah termasuk genosida. Tidak cukup sampai disitu, pengungsi yang selamat pun masih terluntang-lantang di lautan menunggu belas kasihan negara-negara di asia tenggara.

Genosida terhadap muslim Rohingya tidak lepas dari para biksu ekstrimis Myanmar yang tidak menginginkan orang Islam berkuasa di wilayah Burma. Oleh karena itu ratusan biksu melakukan demonstrasi di Yangon menuntut pencabutan hak Pemilu bagi kaum muslimin. Pembantaian pun dilakukan agar muslim Rohingya segera angkat kaki dari Myanmar.

Muslim Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar pun tidak lebih baik nasibnya. Selama puluhan hari mereka terombang-ambing di laut. Pengungsi yang menuju ke Bangladesh ditolak mentah-mentah oleh otoritas pemerintah setempat. Malaysia dan Thailand juga menyakatan tidak mau menampung para pengungsi. Muslim Rohingya yang hidup di camp pengungsian Aceh, juga hanya diberi waktu satu tahun hingga ada negara lain yang mau menampung mereka.

Selama ini, penyelesaian kasus rohingya oleh PBB maupun negara-negara lainnya hanya sebatas normatif belaka. PBB yang begitu vokal dalam masalah terorisme, seakan bungkam dan tidak berdaya menghadapi otoritas pemerintah Myanmar. Bahkan Indonesia, negara asia tenggara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tidak berani untuk sekedar mengusir kedutaan besar Myanmar sebagai bentuk protes.

Sejatinya pemimpin adalah perisai pelindung bagi warga negaranya. Pada saat kaum muslimin dipimpin oleh khalifah Al-Mu’tashim, puluhan ribu pasukan jihad dikirimkan untuk membela seorang muslimah yang dilecehkan kafir Romawi. Namun sekarang kepemimpinan kaum muslimin terpecah belah menjadi berbagai negara. Pemimpin di negara yang satu tidak peduli dengan penderitaan kamu muslim di negara lainnya.

Oleh karena itu kita membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menjadi perisai pelindung kaum muslimin yang ada di seluruh penjuru dunia. Pemimpin yang dapat menyatukan kaum muslimin yang masih tersekat oleh batas-batas negara, dan kepemimpinannya yang didasarkan oleh Al-Qur’an dan Assunnah. Kepemimpinan inilah yang dinamakan Khilafah Islamiyah sebagaimana telah dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin. Hanya dengan khilafahlah kaum muslim rohingya bisa menjadi mulia.

Kaum muslim sekarang juga belum menjadi satu tubuh. Apabila bagian suatu tubuh sakit, bagian tubuh lainnya tidak merasakan sakit yang serupa. Muslim Myanmar sedang menderita, apakah kita juga merasakan hal yang sama? Berdasarkan paparan-paparan di atas, BKLDK Nasional mengajak mahasiswa untuk bergerak menyelesaikan kasus rohingya dengan solusi yang tuntas dan hakiki, yaitu terbentuknya satu kepemimpinan ummat yang berfungsi sebagai perisai pelindung muslim rohingya dan seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *