Siap Menjadi Pembela Alquran Sejati, Mahasiswa Tingkatkan Semangat Belajar dan Mendakwahkan Islam
January 1, 2017
BKLDK Mendukung fatwa MUI tentang larangan menggunakan Atribut non muslim (kafir)
January 1, 2017
Show all

Hey Ahok, Al Maidah 51 Bukan Alat Pemecah Belah

Oleh : Alimudin Baharsyah (Ketua BE Kornas BKLDK)

Dalam nota keberatan yang dibacakan di pengadilan kemarin, Ahok menyebut ada oknum yang munggunakan ayat yang sama (al Maidah 51) untuk memecah belah rakyat (13/12).

Berikut pernyataan Ahok yang dikutip dari bukunya “Berlindung Dibalik Ayat Suci” yang ditulis tahun 2008 silam.

“Selama karir politik saya dari mendaftarkan diri menjadi anggota partai baru, menjadi ketua cabang, melakukan verifikasi, sampai
mengikuti Pemilu, kampanye pemilihan Bupati, bahkan sampai Gubernur, ada ayat yang sama yang saya begitu kenal digunakan
untuk memecah belah rakyat, dengan tujuan memuluskan jalan meraih puncak kekuasaan oleh oknum yang kerasukan “roh
kolonialisme”.

“Ayat ini sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elit, karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya.
Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep “seiman” memilihnya.
Dari oknum elit yang berlindung dibalik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan surat Almaidah 51. Isinya, melarang rakyat,
menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka, dengan tambahan, jangan pernah memilih kafir menjadi pemimpin. Intinya, mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum yang seiman.” (Detik.com 13/12/16)

Dalam suasana panas seperti ini, pernyataan Ahok di atas bisa menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat. Belumlah selesai kemarahan umat Islam karena Ahok menyebut al Maidah 51 alat kebohongan, kini Ahok menyatakan al Maidah 51 digunakan oleh oknum untuk memecah belah rakyat.

Sejak kapan, mejalankan isi al Quran dikatakan memecah belah. Justru semangat Jihad yang diambil dari al Quran lah, Indonesia bisa merdeka dari penjajahan. Karena menjalankan al Quran pula, umat Islam bisa menjaga perbedaan suku, ras dan agama . Sejarah telah membuktikan selama 14 abad, umat Islam dengan negara khilafahnya mampu memberikan keamanan kepada semua warganya walau berbeda suku, ras dan agama.

sebagaimana yang disampaikan oleh sejarawan barat. “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu pun telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa… (Will Durant – The Story of Civilization).

Umat Islam tidak pernah menjajah seperti negara-negara kafir imperialis, karena menjalankan isi al Quran. Dan Islam rahmatan lil’alamin ( al Anbiya : 107) akan terwujud ketika umat Islam menjalankan isi al Quran surat yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Merupakan fitnah yang keji jika umat Islam yang menolak Ahok hanya untuk mendukung calon yang lain. umat Islam yang menolak kepemimpinan Ahok itu karena menjalankan isi al Quran ( al Maidah 51, an Nisa 144). Dan surat al Maidah 51 sudah ada sejak 14 tahun lalu sebelum adanya pemilu calon Gubernur.

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *