BKLDK Mendukung fatwa MUI tentang larangan menggunakan Atribut non muslim (kafir)

Hey Ahok, Al Maidah 51 Bukan Alat Pemecah Belah
January 1, 2017
Tragedi Allepo, Apa Pentingnya?
January 1, 2017
Show all

BKLDK Mendukung fatwa MUI tentang larangan menggunakan Atribut non muslim (kafir)

PERNYATAAAN SIKAP BADAN KOORDINASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (BKLDK)

“MENDUKUNG FATWA MUI TENTANG LARANGAN MENGGUNAKAN

ATRIBUT NON MUSLIM (KAFIR) ”

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa no. 56 tentang larangan umat Muslim menggunakan atribut non-muslim. Menurut MUI, Fatwa itu dikeluarkan karena banyak sekali pengaduan adanya pemaksaan menggunakan atribut keagamaan non Muslim, khususnya mendekati hari raya natal. (Viva.co.id, 20/12/16).

Keharaman menggunakan atribut keagaam non Muslim (Kafir) berdasarkan Firman Allah SWT ”Dan [ciri-ciri hamba Allah adalah] tidak menghadiri /mempersaksikan kedustaan/kepalsuan.” (walladziina laa yasyhaduuna az zuur). (QS Al Furqaan [25] : 72).

Imam Ibnul Qayyim meriwayatkan penafsiran Ibnu Abbas, Adh Dhahhak, dan lain-lain, bahwa kata az zuur (kebohongan/kepalsuan) dalam ayat tersebut artinya adalah hari raya orang-orang musyrik (‘iedul musyrikiin). Berdalil ayat ini, Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa haram hukumnya muslim turut merayakan (mumaala`ah), menghadiri (hudhuur), atau memberi bantuan (musa`adah) pada hari-hari raya kaum kafir. (Ibnul Qayyim, Ahkam Ahlidz Dzimmah, 2/156).

Rasulullah SAW juga bersabda ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka.” (man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum). (HR Abu Dawud, no 4033; Ahmad, Al Musnad, Juz 3 no. 5114; Tirmidzi, no 2836). Hadits ini menurut Nashiruddin Al Albani adalah hadits hasan shahih.

Yang dimaksud menyerupai kaum kafir (tasyabbuh bil kuffar), adalah menyerupai kaum kafir dalam hal aqidah, ibadah, adat istiadat, atau gaya hidup (pakaian, kendaraan, perilaku dll) yang memang merupakan bagian dari ciri-ciri khas kekafiran mereka. (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 4/175; Ali Ibrahim Mas’ud ‘Ajiin, Mukhalafah Al Kuffar fi As Sunnah An Nabawiyyah, hlm. 14).

Berdasarkan fatwa MUI dan dalil-dalil di atas, maka BKLDK menyatakan sikap:

  1. Mengecam sikap intoleran non Muslim (Kafir) dengan mewajibkan (memaksa) karyawannya yang muslim, menggunakan atribut natal dan atribut keagamaan selain Islam apapun alasannya.
  2. Mengajak seluruh kaum Muslim untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam sebagai jalan memperkuat akidah Islam.
  3. Mendukung Fatwa MUI No. 59 tentang pelarangan menggunakan atribut orang non Mulism (kafir).
  4. Mendorong MUI mengeluarkan fatwa tentang wajibnya negara menerapkan sistem Islam. Agar akidah umat Islam bisa terjaga, negeri ini mendapatkan ridho, mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan agar Islam bisa memberi rahmat ke seluruh alam.

 

Jakarta, 21 Desemer 2016

Ketua BE Kornas BKLDK

Alimudin Baharsyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *