Aksi 212 Mengetuk Pintu Langit Membuat Jokowi Hadir Tanpa Diundang

PRESS RELEASE BKLDK NASIONAL “PERISAI PELINDUNG MUSLIM ROHINGYA”
January 1, 2017
Buah Demokrasi : Penghina Alquran Bebas Berkeliaran
January 1, 2017
Show all

Aksi 212 Mengetuk Pintu Langit Membuat Jokowi Hadir Tanpa Diundang

Oleh : Alimudin Baharsyah (Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi, Budi Luhur)

Setelah dua kali peserta aksi Bela Islam gagal bertemu Presiden Jokowi di Istana, Aksi super damai Bela Islam jilid III akhirnya digelar di monas mengetuk pintu-pintu langit. Mereka menggelar sajadah untuk shalat dan do’a agar persoalan ini bisa segera terselesaikan. Tak disangka, tanpa diundang, Jokowi hadir dan memberikan sambutan.

Aksi Bela Islam jilid III ini sebagai bentuk ketidakpercayaan umat dan rakyat Indonesia terhadap pemerintah. Berkali-kali mereka datang mengetuk pintu istana untuk meminta keadilan selalu diacuhkan.

Peserta aksi juga berhasil menunjukan kepada semua pihak, bahwa 7 juta lebih peserta aksi bukan massa bayaran. Bukan uang, ormas atau partai politik yang mengumpulkan mereka, melainkan karena aqidah Islam dan api jihad yang menyala-nyala di dada. Mereka menuntut keadilan agar Ahok penista al Quran segera ditahan dan dihukum seberat-beratnya.

Siapapun yang melihat lautan umat Islam akan terkagum-kagum. siapapun yang diberi kesempatan bicara didepannya akan gugup, termasuk Kapolri. Kegugupan Kapolri terlihat ketika dalam orasinya membuat kekeliruan karena membandingkan Polri dengan KPK dalam penanganan Ahok. Orasi itu bisa menimbulkan polemik baru antara KPK dan Polri.

“Apa yang kami lakukan sudah cukup maksimal, kenapa? Karena bayangkan, beberapa kali diperiksa KPK tidak bisa jadi tersangka. Tapi setelah ditangani oleh Polri, bisa menjadi tersangka” Tegasnya kepada seluruh peserta aksi. Pernyataan Kapolri tersebut sekaligus untuk menepis tudingan bahwa selama ini kepolisian lindungi Ahok.

Kahadiran Jokowi dan orasi Kapolri menunjukan keberhasilan aksi walau tidak menjamin Ahok akan segera ditahan. Namun momentum itu dijadikan kesempatan oleh Penasihat GNPF MUI, Habib Rizieq Shibab untuk mengultimatum mereka. Dalam orasinya Habib mengancam akan melakukan revolusi jika Ahok lepas dari jeratan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *